Entri Populer

Selasa, 20 September 2011

Atlantis dan Indonesia

Akhir-akhir ini banyak beradar kabar yang mengatakan bahwa ‘benua Atlantis itu ternyata Indonesia’. Kabar ini beredar dari email ke email, dari milis ke milis dan tentunya dari blog ke blog. Kabar ini ternyata berasal dari tulisan di Pikiran Rakyat yang berjudul Benua Atlantis itu (Ternyata) Indonesia.
Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan, seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia.

Atlantis memang misterius, dan karenanya menjadi salah satu tujuan utama arkeologi di dunia. Jika Atlantis ditemukan, maka penemuan tersebut bisa jadi akan menjadi salah satu penemuan terbesar sepanjang masa.
Atlantis adalah sebuah pulau atau benua yang disebut pertama kali oleh Plato pada karya dialognya yang berjudul Timaeus dan Critias pada tahun 360 sebelum Masehi.
Dialog Critias mengandung sangat banyak keterangan deskriptif tentang ciri-ciri Atlantis. Kemungkinan besar deskripsi Atlantis yang ada pada Critias inilah yang menjadi acuan mengapa Santos berkesimpulan bahwa Atlantis adalah Indonesia. Santos pada situs webnya atlan.org mengumpulkan 33 bukti bahwa Atlantis adalah Indonesia.
Tetapi rasanya penjelasan dari Santos ini terkesan terlalu mengada-ngada. Dan tentunya, tergantung dari seberapa lebar penalaran kita, tempat apapun bisa masuk dalam deskripsi Atlantis sesuai dengan Critias. Silakan baca sendiri terjemahan Critias ke dalam Bahasa Inggris dan simpulkan sendiri apakah Indonesia sesuai dengan yang dideskripsikan, tentunya tanpa melihat penjelasan Santos yang terlalu melebar.
Tapi yang lebih menarik adalah ciri-ciri Atlantis dari Timaeus. Berikut adalah terjemahan Timaeus ke dalam Bahasa Inggris beserta komentar saya.
For these histories tell of a mighty power which unprovoked made an expedition against the whole of Europe and Asia, and to which your city put an end.
Apakah mungkin dulu orang-orang yang hidup di lokasi yang kini bernama Indonesia pernah mengadakan ekspedisi untuk menyerang Eropa dan Asia (Asia di sini mungkin adalah Asia Minor, atau Anatolia pada negara Turki modern).
‘Your city’ pada kalimat di atas merujuk pada Athena. Apakah dulu penyerbuan ini digagalkan oleh Athena?
This power came forth out of the Atlantic Ocean, for in those days the Atlantic was navigable;
Apakah Indonesia berada di Samudera Atlantik? Walaupun demikian, dengan penalaran yang meluas dari Santos, beliau berkesimpulan bahwa Atlantik adalah seluruh lautan di dunia.
and there was an island situated in front of the straits which are by you called the Pillars of Heracles; the island was larger than Libya and Asia put together, and was the way to other islands, and from these you might pass to the whole of the opposite continent which surrounded the true ocean; for this sea which is within the Straits of Heracles is only a harbour, having a narrow entrance, but that other is a real sea, and the surrounding land may be most truly called a boundless continent.
Pillars of Heracles kemungkinan besar merujuk pada selat Gibraltar. Asia di sini kemungkinan merujuk kepada semenanjung Anatolia di Turki.
Now in this island of Atlantis there was a great and wonderful empire which had rule over the whole island and several others, and over parts of the continent, and, furthermore, the men of Atlantis had subjected the parts of Libya within the columns of Heracles as far as Egypt, and of Europe as far as Tyrrhenia.
Tyrrhenia adalah sebuah daerah yang saat ini merupakan bagian dari Italia. Apakah mungkin orang yang tinggal di Indonesia pada jaman tersebut bisa menguasai Libya, Mesir dan sebagian Italia?
But afterwards there occurred violent earthquakes and floods; and in a single day and night of misfortune all your warlike men in a body sank into the earth, and the island of Atlantis in like manner disappeared in the depths of the sea. For which reason the sea in those parts is impassable and impenetrable, because there is a shoal of mud in the way; and this was caused by the subsidence of the island.
Apa di Indonesia bisa terjadi gempa dan banjir? Tentu saja. Tapi apakah gempa dan banjir tersebut dapat menenggelamkan sebagian besar Indonesia dalam satu hari dan malam? ‘Tenggelamnya’ Indonesia menjadi seperti saat ini terjadi secara gradual dan tidak secara tiba-tiba.
Tanggapan lain dari sisi geologis dapat dilihat di blog Rovicky pada tulisannya yang berjudul Benarkah Indonesia itu Atlantis?
Sebagai informasi, kandidat lokasi Atlantis bukan hanya Indonesia. Dan saat ini belum ada kesepakatan dimana lokasi Atlantis sebenarnya. Dan bahkan bisa saja Atlantis hanya ada dalam pemikiran Plato. Setiap teori tersebut memiliki pendukung masing-masing yang biasanya sangat fanatik.
Kandidat lainnya tersebut adalah: Andalusia, Pulau Kreta, Santorini, Tanjung Spartel, Siprus, Malta, Ponza, Sardinia, Troy, Tantali, Antartika, Kepulauan Azores, Karibia, Bolivia, Meksiko, Laut Hitam, Kepulauan Britania, India, Srilanka, Irlandia, Kuba, Finlandia, Laut Utara, Laut Azov, Estremadura.
Mudah-mudahan ini bukan cuma salah satu bentuk nasionalisme sempit dan berlebihan: kita mendukung teori Atlantis berada di Indonesia hanya karena kita orang Indonesia. Indonesia memang menjadi salah satu dari kandidat lokasi Atlantis ini, tapi rasanya kita tidak perlu berharap terlalu banyak.
Kalau ingin menemukan Atlantis, mungkin kita harus menemukan dulu Sophia Hapgood, paranormal yang dapat menghubungi Nur-ab-sal, roh penguasa Atlantis. Dan setelah itu mencari Hermocrates –naskah dialog Plato yang hilang–. Dan terakhir tentunya berlomba dengan para Nazi Jerman yang mengincar kekuatan orichalcum untuk pertama kali mencapai Atlantis :).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar